Beranda News

Soal Pemilu Serentak 2024, Benyamin Ingatkan Netralitas ASN

Soal Pemilu Serentak 2024, Benyamin Ingatkan Netralitas ASN
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat membuka kegiatan sosialisasi Netralitas ASN dalam menghadapi Pemilu Serentak tahun 2024,(dok ist)

TANGERANG SELATAN,   – Wali Selatan membuka kegiatan sosialisasi Netralitas ASN dalam menghadapi Pemilu Serentak tahun 2024 yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Umum (Bawaslu) yang diselenggarakan di Kampoeng Anggrek pada Senin (07/11).

Dalam arahannya, Benyamin menyampaikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dan tidak berpihak selama pelaksanaan Pemilu serentak nantinya. Walaupun ASN mempunyai hak pilih, tetapi hak pilih tersebut digunakan saat berada di bilik kotak suara.

“ASN itu punya hak memilih, tetapi kalau mau dipilih, ya bapak ibu keluar dulu dari ASN nya. Jadi yang itu berpolitik praktis nya, hak memilih itu ya di kotak suara,” ujar Benyamin.

Dijelaskan Benyamin, ada 3 ruang yang harus diperhatikan oleh seorang Aparatur Sipil Negara. Dimana, ruang yang boleh dilakukan oleh ASN, tidak boleh dilakukan ASN dalam hal kepemiluan, dan ruang abu-abu yang tergantung bagaimana kita menafsirkan dan memberikan sudut pandangnya.

“Kuncinya adalah baca dan pahami aturannya,” kata Benyamin.

Lebih lanjut, mengatakan, salah satu kunci kesuksesan Pemilu ada pada tingkat partisipasi pemilih. Artinya pemahaman kepada warga harus terus dilakukan agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu nantinya.

“Kalau kita mensosialisasikan dan mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya itu tidak masalah, tetapi yang jadi masalah jika mengarahkan untuk memilih si A, si B dan lain-lain, itu sudah partisan, jadinya,” jelas Benyamin.

Benyamin juga menegaskan kepada para seluruh ASN yang hadir, bahwa Pemilu di Tangerang Selatan, baik legislatif, Pilpres, dan kemudian Pilkada harus disukseskan, dengan ukuran warga masyarakat terdaftar dan menggunakan hak memilihnya dan tidak diarahkan.

Dan juga Benyamin meminta untuk menjaga kondusifitas selama pelaksanaan nantinya, terutama berita-berita dan unggahan di sosial.

“Hati-hati juga penggunaan media sosial, jangan sampai permasalahan muncul dari penggunaan media sosialnya,” tutupnya.