Beranda News

Study Tour ke Jogyakarta SMPN 10 Kota Tangerang Batal, Ratusan Juta Dibawa Kabur

Study Tour ke Jogyakarta SMPN 10 Kota Tangerang Batal, Ratusan Juta Dibawa Kabur
SMP Negeri 10 Kota Tangerang, Jalan H. Ba'an, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Malang nian nasib siswa-siswi SMP Negeri 10 Kota Tangerang yang dijadwalkan akan menggelar karya wisata atau study tour perpisahan ke Yogyakarta, Jawa Tengah, selama 4 hari batal berangkat.

Study tour perpisahan kelas 9 sebanyak 328 siswa tersebut batal berangkat karena uang senilai Rp 600 juta milik siswa diduga dibawa kabur oleh agent penyedia jasa wisata dan transportasi (biro travel).

Uang study tour perpisahan siswa kelas 9 SMPN 10 Kota Tangerang diduga dibawa kabur oknum agent perjalanan wisata bernama Travel Calista Anugrah.

Kosasi, salah satu orang tua siswa kelas 9 SMPN 10 Kota Tangerang kepada Pelitabanten.com mengungkapkan biaya yang dikeluarkan per-siswa adalah sebesar Rp 1,5 juta.

“Awal rencana berangkat itu tanggal 29 Mei 2023, lalu diundur 2 Juni, terus diundur lagi tanggal 16 Juni 2023, tapi kemarin secara tiba-tiba dibatalkan sekolah dengan alasan uangnya di bawa kabur agent perjalanan wisata,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lewat Virtual Job Fair, 6.258 Pencaker di Kota Tangerang Telah Terserap

Setelah diinformasikan pembatalan tersebut, lanjut Kosasi, pihak sekolah kemudian mengumpulkan para orang tua siswa dan berjanji akan melakukan pengembalian uang yang telah disetorkan. Namun hanya Rp 1 juta saja, untuk yang Rp 500ribu akan digunakan sebagai biaya perpisahan siswa kelas 9 tersebut di Hall Mall Balekota besok, Kamis, 15 Juni 2023.

“Nominal uang yang di bawa kabur katanya 600 juta,” ujarnya.

“Kita sebagai orang tua di kembalikan Rp 1 juta setuju saja, yang penting ada kepastian kapan pengembaliannya,” tambahnya.

Salah seorang siswa kelas 9 SMPN 10 Kota Tangerang Bunga, ditemui sejumlah wartawan di sekolah mengaku sangat kecewa atas pembatalan wisata ke Jogyakarta tersebut.

“Kecewa bangat lah pak, udah beberapa kali di undur taunya batal, udah masuk-masukin pakaian ke koper,” tuturnya.